leader

Yandy Laurens, Sutradara Film Pendek, Serial Web hingga Film Layar Lebar yang Viral

Penulis Rahma K
Dec 14, 2023
Yandy Laurens. (Foto: Instagram/yndlaurens)
Yandy Laurens. (Foto: Instagram/yndlaurens)

ThePhrase.id – Alexander Yandy Laurens atau yang lebih dikenal dengan Yandy Laurens adalah salah satu sutradara dan penulis skenario kenamaan Indonesia yang telah melahirkan sederet karya-karya fenomenal dan populer.

Baru-baru ini, Yandy kembali menggarap karya baru yang berformat film dengan judul 'Jatuh Cinta Seperti di Film-Film' (2023). Film yang rilis pada 30 November 2023 ini menjadi salah satu film yang sedang tayang di bioskop yang diminati publik.

Pasalnya, baru dari judul, film ini telah membuat masyarakat penasaran. Terlebih lagi, film ini diperankan oleh bintang-bintang besar Indonesia, yakni Ringgo Agus Rahman, Nirina Zubir, Sheila Dara, Dion Wiyoko, hingga Julie Estelle dan juga diproduseri oleh Ernest Prakasa.

Alhasil, film kedua yang disutradarai oleh Yandy ini telah meraup 414.338 penonton di hari ke-12 tayang di bioskop.

Tentang alur ceritanya, film ini mengisahkan tentang seorang penulis skenario bernama Bagus yang diperankan oleh Ringgo yang kembali bertemu dengan teman SMA sekaligus pujaan hatinya, Hana yang diperankan oleh Nirina Zubir. Bagus ingin meyakinkan Hana yang baru kehilangan suaminya untuk jatuh cinta sekali lagi, seperti di film-film.

Yandy Laurens  Sutradara Film Pendek  Serial Web hingga Film Layar Lebar yang Viral
Yandy Laurens. (Foto: Instagram/yndlaurens)

Dengan popularitas film ini, tak sedikit publik yang penasaran dengan sosok sang sutradara, Yandy Laurens. Yuk simak profilnya!

Profil Yandy Laurens

Lahir di Makassar, Sulawesi Selatan pada 9 April 1988, Yandy Laurens memulai langkahnya menuju industri perfilman ketika memilih untuk menempuh kuliah perfilman di Institut Kesenian Jakarta.

Ia terinspirasi untuk menekuni dunia perfilman saat masih duduk di bangku SMA. Kala itu, ia diminta untuk membuat naskah drama sebuah pementasan di sekolahnya. Dari situ, ia bercita-cita menjadi sutradara teater.

Namun pada suatu hari ia secara tidak sengaja membeli buku 'Menjadi Sutradara Televisi' yang ditulis oleh Naratama. Buku tersebut membuka matanya pada bidang sutradara film, sehingga membuatnya mengambil kuliah perfilman.

Ia mulai menyutradari film-film pendek seperti Papa Hao (2008) dan Badminton (2009). Ia juga menyutradari film pendek Wan An (2012) sebagi tugas akhir perkuliahannya.

Tak disangka, Wan An (2012) memenangkan sederet penghargaan, yakni Piala Citra 2012 kategori Film Pendek Terbaik, dan Festival Film Pendek XXI pada tiga kategori; Film Pendek Favorit Pilihan Penonton, Film Pendek Fiksi Naratif Pilihan Media, dan Film Pendek Fiksi Naratif Terbaik.

Yandy Laurens  Sutradara Film Pendek  Serial Web hingga Film Layar Lebar yang Viral
Yandy Laurens (tengah). (Foto: Instagram/yndlaurens)

Setelah itu, ia melebarkan sayapnya pada berbagai pengalaman sebagai sutradara iklan, video klip, hingga serial web. Ia juga tetap menyutradari film pendek seperti Friend (2014) yang masuk dalam nominasi Piala Maya 2015, Menunggu Kabar (2014), Indonesia Itu Rumahku (2016), dan lain-lain.

Sementara itu, beberapa serial web yang ia sutradarai sekaligus ia garap skenarionya adalah Arteta (2015), Sore: Istri dari Masa Depan (2017), Axelerate the Documentary (2017-2018), Janji (2019), Perjalanan Terbaik Sepanjang Masa (2022), dan Yang Hilang dalam Cinta (2022).

Yandy baru terjun ke layar lebar di tahun 2018 melalui film Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 (2018). Namun, ia tak menjadi sutradara, melainkan pengembang naskah.

Sepak terjangnya sebagai sutradara film baru dimulai lewat film Keluarga Cemara (2019) yang skenarionya ia tulis bersama Gina S. Noer. Film ini merupakan adaptasi dari cerita bersambung yang dimuat di majalah Hai dan menjadi novel berseri serta sinetron dengan judul yang sama.

Meskipun baru film debut penyutradaraannya, film ini langsung memenangkan segudang penghargaan, yakni Indonesian Movie Actors Awards (2019) kategori Ansambel Terbaik, FFI 2019 kategori Penulis Skenario Adaptasi Terbaik, dan Piala Maya 2019 pada kategori Penyutradaraan Berbakat Film Panjang Karya Perdana dan Skenario Adaptasi Terpilih. [rk]

 
Related News

Popular News

 

News Topic