lifestyleRelationship

Tren 'Stop the Wedding' Viral di Media Sosial, Apa Artinya?

Penulis Rahma K
Oct 10, 2026
Ilustrasi hubungan yang tidak sehat. (Foto: Magnific)
Ilustrasi hubungan yang tidak sehat. (Foto: Magnific)

ThePhrase.id – 'Stop the Wedding' tengah booming sebagai tren di berbagai platform media sosial. Bukan tanpa sebab, tren ini terinspirasi dari lagu "Stop the Wedding!" yang dinyanyikan oleh penyanyi asal Amerika Serikat, Ashe.

Lirik dari lagu ini mengisahkan tentang seseorang yang menyadari adanya sesuatu yang salah menjelang pernikahan, karena itu ia  mempertimbangkan untuk menghentikan acara. Walaupun gaun pengantin telah siap dikenakan, meja untuk tamu telah tertata, dan bahkan tamu telah menunggu, belum terlambat untuk meninggalkan hubungan yang dapat menghabiskan waktu jika dilanjutkan.

Seperti diketahui, pernikahan merupakan salah satu keputusan besar dalam hidup. Namun, persiapan yang sudah matang, hubungan yang telah berjalan lama, atau bahkan kedekatan dengan hari pernikahan bukan berarti seseorang harus tetap melanjutkan hubungan yang sudah menunjukkan tanda-tanda tidak sehat.

Makna lagu ini kemudian diperluas dalam tren media sosial 'Stop the Wedding' sebagai seruan untuk meninggalkan hubungan yang telah menunjukkan red flag. Pengguna media sosial beramai-ramai membuat konten yang mengajak publik untuk menyudahi hubungan toxic sebelum terlambat.

Sebagai contoh, beberapa perilaku bermasalah yang harus dihindari dari pasangan yang toxic adalah senang selingkuh, kasar secara fisik maupun verbal, posesif, suka mengontrol, hobi menjatuhkan orang lain, dan masih banyak lagi.

Apabila tanda-tanda tersebut telah terlihat dalam hubungan, maka belum terlambat untuk 'Stop the Wedding' alias meninggalkan hubungan tersebut.

Di berbagai platform media sosial, tren ini lebih banyak diunggah oleh perempuan yang memberikan peringatan pada perempuan lainnya untuk 'Stop the Wedding' dengan berbagai contoh perilaku buruk yang dilakukan pasangan.

Berikut adalah beberapa contoh tren 'Stop the Wedding' yang diunggah oleh pengguna TikTok:

“Sekali tukang selingkuh, akan tetap selingkuh. Jangan nikahi seseorang hanya karena telah menjalin hubungan yang lama. STOP THE WEDDING”

"Jika seorang laki-laki bisa mengabaikanmu berjam-jam atau berhari-hari, menghilang di situasi yang sulit, dan memilih diam daripada berkomunikasi... STOP THE WEDDING"

“Kalau hubunganmu membuatmu merasa cemas, tidak dianggap, dan mempertanyakan semua hal, STOP THE WEDDING”

Dari contoh-contoh tersebut, jelas bahwa tren ini tak serta-merta ditujukan untuk mereka yang hubungannya telah menuju jenjang pernikahan. Dengan kata lain, 'Stop the Wedding' memiliki arti 'Stop the Relationship' atau akhiri hubungan tersebut.

Dengan kata lain, 'Stop the Wedding' dalam tren media sosial tidak selalu berarti benar-benar menghentikan pernikahan. Istilah ini telah berkembang menjadi seruan untuk berhenti sejenak, mengenali red flag, dan meninggalkan hubungan apabila memang sudah tidak sehat. [rk]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic